Friday, August 5, 2016

About "Trust me, I am a Telecommunication Engineer"


"Trust Me, I'm a Telecommunication Engineer"  adalah Passion word yang menunjukkan bahwa Orang yang memakai atribut tersebut adalah Engineer Telekomunikasi. Sebagai salah satu Engineer Telekomunikasi saya sendiri mulai mengkampanyekan Passion Word ini diakhir bulan Ramadhan 2016 dalam bentuk T-shirt dan Hoodie. Campaign dilakukan dibeberapa marketing channel seperti facebook ads , facebook groups dan mailing list seperti Parakontel.Dari beberapa pembicaraan dengan teman Engineer Telekomunikasi ada yang mengaku  kalo memakai atribut tersebut gak pede, ada juga yang bilang takut menjadi Riya, dan banyak juga yang antusias dan merasa biasa-biasa saja.

"Trust Me, I'm a Telecommunication Engineer" adalah kosakata B.Inggris yang secara sengaja saya temukan di AMAZON dalam bentuk T-shirt juga. Sebelum memakai kata ini saya sendiri memakai kata-kata Bahasa Inggris yang ke Indonesia2an seperti: Trust me I am Telco Engineer,Trust me I am Telecom Engineer dst.Mungkin ada yang bertanya kenapa saya campaign passion word ini untuk teman2 Engineer Telekomunikasi Indonesia? jawabannya adalah untuk memudahkan relationship sesama Engineer Telekomunikasi. Dengan memakai atribut ini harapannya teman-teman jadi mudah dikenali sesama Engineer telekomunikasi melalui baju yang dipakai. Kenapa hal ini penting?
menurut saya penting banget, karena dari pengalaman saya banyak sekali teman2 sesama engineer Telko yang tidak mengenal satu sama lain padahal sama-sama Engineer telekomunikasi dan sama-sama anggota Parakontel juga. Ketika duduk di Pesawat mau overseas ada Engineer yang tidak menyapa satu sama lain padahal satu pesawat dan berangkat ke tujuan Negara yang sama. Hal ini tidak akan terjadi kalo teman-teman mamakai Identitas melalui baju yang dipakai, yaitu " Trust me, I'm a Telecommunication Engineer". Ada juga yang satu kosan dan sama-sama bekerja di dunia telekomunikasi cuman beda project, sering ketemu dan makan ditempat yang sama tapi tidak pernah menegur karena tidak tahu kalo teman tersebut orang Telko juga. Seperti yang kita ketahui, tipikal Engineer itu kebanyakan kurang beradapatasi sosial karena memang bukan orang sosial jadi lebih kebanyakan mikir daripada ngomong. Dengan memakai atribut ini teman-teman dimudahkan untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi sesama engineer Telekomunikasi.

Dulu sewaktu kerja di Dubai tahun 2007 saya sering dipanggil "Kabayan" oleh orang-orang Philipine karena mereka pikir saya adalah orang philipine. Saya sendiri mengenal Kabayan sebagai orang Bandung pacarnya si Iteung.Ternyata Kabayan di Luar Negeri adalah komunitas orang Philipine dan sudah terkenal banget kalo orang yang memanggil Kabayan pasti orang Philipine. Dari situ saya mulai menyadari pentingnya Identitas. Oleh karena itu saya mengajak ke seluruh Engineer Telekomunikasi untuk mempunyai minimal satu atribut Trust me, I'm a Telecommunication Engineer untuk memudahkan relationship teman-teman Engineer Telekomunikasi.Dengan memakai atribut ini teman-teman jadi mudah dikenali sesama engineer, apalagi kalo teman2 sering overseas. Mungkin di negara tertentu teman2 sedang makan dan ketemu orang Indonesia yang memakai kaos Trust me I'm a Telecommunication Engineer,atau di kota tertentu atau di Bus, atau di pesawat, teman2 tinggal menyapa aja. Silaturahmi menjadi makin mudah, yang sebelumnya berpikir sendirian jadi punya teman dan makin banyak karena teman-teman memakai Identitas offline yaitu melalui baju yang dipakai. perlu teman-teman ketahui juga, atribut ini Insya Allah akan saya kampanyekan rushly di facebook dan all amreketing channel, termasuk blog ini.Sampai hari ini saja ada 20.000 Engineer Telko yang show this atribut, jadi saya yakin Engineer Telko sebagian besar akan memakai atribut ini, yaitu : Trust me, I'm a Telecommunication Engineer.
Trust Me, I'm a Telecommunication Engineer
1.Hoodie Telecommunication Engineer

Hoodie Telco Engineer
2. Hoodie telco Engineer
Trust Me, Im a telecommunication Engineer
3. T-shirt Telecommunication Engineer


kaos Telco Engineer
4. kaos telco Engineer

T-shirt telco Engineer
5. T-shirt Telecommunication Engineer



Untuk pemesanan salah satu atribut diatas:
1. Hoodie Telecommunication Engineer==>Klik disini
2. T-shirt telco Engineer==>WA/SMS:+6285729170491, sebutkan pilih T-shirt no. berapa(3,4,5) dari gambar diatas, Ukuran(S,M,L,XL,XXL),Nama,Alamat Lengkap

Sekian info sharing about "Trust me , I am a Telecommunication Engineer" dari saya, semoga bermanfaat untuk Anda.Terima kasih sudah membaca :).

Friday, April 1, 2016

Cerita Pengalaman Kerja di Vietnam

Sudah agak lama gak update blog pribadi yang tanpa SEO ini, kali ini saya akan bercerita pengalaman saya tahun 2009. Waktu itu saya habis project di Arab Saudi, kerjaan otomatis berakhir karena Musim Haji sudah selesai dan projectnya memang diperuntukkan buat memfasilitasi Network selluler Jemaah Haji(HAJJ Project). Kontrak Saya masih belum berakhir waktu itu, masih ada 3 bulan lagi. Karena kontrak masih belum selesai sedangkan kerjaan sudah beres, akhirnya saya ditugaskan bekerja di Vietnam sebagai Drive test Engineer. Sebelumnya saya ditugaskan sebagai RF Optimization, turun jabatan menjadi Drive test engineer saya pikir gak masalah, itung-itung jalan-jalan ke Luar negeri lagi, Kali ini ke Vietnam.

December 2009 saya berangkat ke Vietnam. Sebagian cerita perjalanan nya sudah saya ceritakan disini>>Modal Banyak tanya bisa keliling dunia. Sampai di Vietnam ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Kebetulan di Vietnam  saya ditugaskan di Can Tho, suatu daerah yang jarang sekali penduduk Muslim nya, makanan halal juga agak susah karena kebanyakan pada memasak daging Babi. Kalo diibaratkan di Indo itu kita terbiasa dengan Ayam, di kaki lima, di warung-warung banyak daging Ayam, disana banyaknya daging Babi, kepala Babi banyak digantung-gantung di Warung sana dan menjadi suatu pemandangan yang biasa. Saya tahu karena saya kerja drive test, keliling daerah-daerah pake mobil dengan sopir disana. Tiap hari makan gak enak, walaupun pesan makan ikan, tapi saya yakin minyaknya bekas goreng daging Babi. Bagi temen2 non muslim yang baca mungkin biasa aja, tapi bagi saya karena saya Muslim dan diharamkan memakan daging Babi, hari-hari saya disana sangat tidak nyaman. Kalo diapartemen masih mendingan, saya bisa masak sendiri, yang menjadi masalah ketika sedang bertugas di luar, saya sulit sekali mendapatkan makanan yang halal. Oh ya, di Vietnam saya kerja bareng teman saya yang sbelumnya kerja di Jakarta yaitu : Indra Anggara dan Kukun.

Keadaan disana sebenarnya tidak jauh dengan daerah kita, malah kalo menurut saya mirip dengan Semarang, cuman beda Tulisan dan Cara ngomong saja. Bagi yang suka main mungkin asyik, disana banyak Wanita cantik-cantik yang matanya agak sipit, kulitnya putih-putih. Malah temen saya yang dari Malaysia ada yang bawa ke Apartemen.Tapi  bagi saya itu malah membuat saya pengen pulang karena tidak sesuai dengan kepribadian saya. Ketika di Arab Saudi saya bisa Umrah seminggu sekali, di Vietnam bisa-bisa Umrah terus2an(Umrah yang lain :D). Keadaan yang kontrast dengan project sebelumnya membuat saya dan teman2 memutuskan untuk mengundurkan diri dan minta pulang ke Indonesia. Email pengunduran diri sudah di layangkan ke HRD di Malaysia, karena yang handle project tsb  dari Malaysia walaupun Jakarta juga berperan. Waktu itu project lagi sibuk2nya dan cari pengganti juga sepertinya sulit, maka HRD tidak mengizinkan kami, jadi harus tetap support kerja disana sampai project selesai. Situasi yang seperti ini memang sulit, satu sisi sudah gak nyaman sekali dan pengen pulang, sedangkan pihak perusahaan tidak mengizinkan. Yang membuat sangat tidak nyaman adalah makanan sehari-hari yang kehalalan nya dipertanyakan.  Pikiran saya waktu itu, apakah akan bertahan disana dengan merelakan badan ini memakan yang haram demi Uang? atau pulang saja terserah perusahaan setuju atau tidak?. Dengan keputusan sulit akhirnya saya memilih untuk pulang saja, terserah perusahaan mengizinkan atau tidak karena sudah sangat tidak betah waktu itu. Waktu itu saya memutuskan Kabur dan pulang ke Indonesia. Teman saya Kukun sudah pulang duluan, tinggal Saya dan Indra. Indra pun akhirnya pulang bareng saya. Kami pulang bukan tidak menghargai Perusahaan tapi karena Kehidupan disana yang tidak nyaman. Berikut ini foto-foto saya disana sebagai kenangan saja bahwa saya pernah kesana.
Itulah pengalaman saya kerja di Vietnam, semoga bisa diambil hikmahnya. Oh ya setelah di Vietnam saya pulang ke Indo dan kerja lama di Semarang(2010-2013) dan sekarang di Jogjakarta(2014-2016). Terimakasih sudah membaca.

Cerita-cerita Pengalaman yang berhubungan :
Pertama kali berangkat kerja ke Luar Negeri
Pengalaman Kerja di Dubai(United Arab Emirates)
Pengalaman kerja di Arab Saudi(KSA)