Friday, April 1, 2016

Cerita Pengalaman Kerja di Vietnam

Sudah agak lama gak update blog pribadi yang tanpa SEO ini, kali ini saya akan bercerita pengalaman saya tahun 2009. Waktu itu saya habis project di Arab Saudi, kerjaan otomatis berakhir karena Musim Haji sudah selesai dan projectnya memang diperuntukkan buat memfasilitasi Network selluler Jemaah Haji(HAJJ Project). Kontrak Saya masih belum berakhir waktu itu, masih ada 3 bulan lagi. Karena kontrak masih belum selesai sedangkan kerjaan sudah beres, akhirnya saya ditugaskan bekerja di Vietnam sebagai Drive test Engineer. Sebelumnya saya ditugaskan sebagai RF Optimization, turun jabatan menjadi Drive test engineer saya pikir gak masalah, itung-itung jalan-jalan ke Luar negeri lagi, Kali ini ke Vietnam.

December 2009 saya berangkat ke Vietnam. Sebagian cerita perjalanan nya sudah saya ceritakan disini>>Modal Banyak tanya bisa keliling dunia. Sampai di Vietnam ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Kebetulan di Vietnam  saya ditugaskan di Can Tho, suatu daerah yang jarang sekali penduduk Muslim nya, makanan halal juga agak susah karena kebanyakan pada memasak daging Babi. Kalo diibaratkan di Indo itu kita terbiasa dengan Ayam, di kaki lima, di warung-warung banyak daging Ayam, disana banyaknya daging Babi, kepala Babi banyak digantung-gantung di Warung sana dan menjadi suatu pemandangan yang biasa. Saya tahu karena saya kerja drive test, keliling daerah-daerah pake mobil dengan sopir disana. Tiap hari makan gak enak, walaupun pesan makan ikan, tapi saya yakin minyaknya bekas goreng daging Babi. Bagi temen2 non muslim yang baca mungkin biasa aja, tapi bagi saya karena saya Muslim dan diharamkan memakan daging Babi, hari-hari saya disana sangat tidak nyaman. Kalo diapartemen masih mendingan, saya bisa masak sendiri, yang menjadi masalah ketika sedang bertugas di luar, saya sulit sekali mendapatkan makanan yang halal. Oh ya, di Vietnam saya kerja bareng teman saya yang sbelumnya kerja di Jakarta yaitu : Indra Anggara dan Kukun.

Keadaan disana sebenarnya tidak jauh dengan daerah kita, malah kalo menurut saya mirip dengan Semarang, cuman beda Tulisan dan Cara ngomong saja. Bagi yang suka main mungkin asyik, disana banyak Wanita cantik-cantik yang matanya agak sipit, kulitnya putih-putih. Malah temen saya yang dari Malaysia ada yang bawa ke Apartemen.Tapi  bagi saya itu malah membuat saya pengen pulang karena tidak sesuai dengan kepribadian saya. Ketika di Arab Saudi saya bisa Umrah seminggu sekali, di Vietnam bisa-bisa Umrah terus2an(Umrah yang lain :D). Keadaan yang kontrast dengan project sebelumnya membuat saya dan teman2 memutuskan untuk mengundurkan diri dan minta pulang ke Indonesia. Email pengunduran diri sudah di layangkan ke HRD di Malaysia, karena yang handle project tsb  dari Malaysia walaupun Jakarta juga berperan. Waktu itu project lagi sibuk2nya dan cari pengganti juga sepertinya sulit, maka HRD tidak mengizinkan kami, jadi harus tetap support kerja disana sampai project selesai. Situasi yang seperti ini memang sulit, satu sisi sudah gak nyaman sekali dan pengen pulang, sedangkan pihak perusahaan tidak mengizinkan. Yang membuat sangat tidak nyaman adalah makanan sehari-hari yang kehalalan nya dipertanyakan.  Pikiran saya waktu itu, apakah akan bertahan disana dengan merelakan badan ini memakan yang haram demi Uang? atau pulang saja terserah perusahaan setuju atau tidak?. Dengan keputusan sulit akhirnya saya memilih untuk pulang saja, terserah perusahaan mengizinkan atau tidak karena sudah sangat tidak betah waktu itu. Waktu itu saya memutuskan Kabur dan pulang ke Indonesia. Teman saya Kukun sudah pulang duluan, tinggal Saya dan Indra. Indra pun akhirnya pulang bareng saya. Kami pulang bukan tidak menghargai Perusahaan tapi karena Kehidupan disana yang tidak nyaman. Berikut ini foto-foto saya disana sebagai kenangan saja bahwa saya pernah kesana.
Itulah pengalaman saya kerja di Vietnam, semoga bisa diambil hikmahnya. Oh ya setelah di Vietnam saya pulang ke Indo dan kerja lama di Semarang(2010-2013) dan sekarang di Jogjakarta(2014-2016). Terimakasih sudah membaca.

Cerita-cerita Pengalaman yang berhubungan :
Pertama kali berangkat kerja ke Luar Negeri
Pengalaman Kerja di Dubai(United Arab Emirates)
Pengalaman kerja di Arab Saudi(KSA)

Monday, February 15, 2016

Inilah penyebab Orang Kaya makin Kaya dan yang miskin makin Miskin

Kali ini saya share bukan dari pikiran saya sendiri ya, tapi dari tulisan yang saya baca dari Robert Kiyosaky(Pakar Financial dari Amerika). Kenapa Orang Kaya makin Kaya sedangkan Orang Miskin makin miskin? Ternyata jawaban nya bukan karena takdir Tuhan atau sistem pemerintahan yang gak bagus, tapi dari Perilaku Orang terhadap UANG.
Orang Kaya makin Kaya

Perilaku Orang terhadap Uang  menentukan seseorang itu makin Kaya, makin Miskin atau Gitu-Gitu aja. Orang Kaya memiliki kesamaan prilaku terhadap uang yang mereka miliki yang berbeda dengan orang kebanyakan. Misalnya ketika mendapatkan Uang, entah dari Gaji, Bisnis,Jualan atau menang Lotere. Apa yang dipikirkan terhadap uang yang diterima? Orang kaya biasanya memiliki kesamaan pemikiran, yaitu ketika menerima Uang selalu berpikir bagaimana supaya Uang yang diterima bertambah banyak, maka tidak heran mereka melakukan Investasi untuk membuat Uang yang mereka terima bisa lebih banyak lagi. Berbeda dengan orang kebanyakan yang ketika menerima uang mereka selalu berpikir Uang ini buat belanja apa ya? Uang ini beliin mobil apa ya?, beli motor apa lagi ya?prilaku terhadap uang seperti ini biasanya menjadikan setiap uang yang diterima selalu hilang/habis. Jadi tidak heran Orang Miskin makin Miskin karena setiap uang yang diterima tidak bertambah banyak, malah hilang.Sedangkan orang kaya uangnya bertambah banyak karena selalu berpikir bagaimana cara uang nya bertambah banyak yaitu dengan melakukan Investasi. Orang kaya juga bukannya tidak belanja, tapi mengatur sedemikian rupa supaya ada sebagian yang diinvestasikan.

Perbedaan lain nya adalah barang yang dibeli. Orang Kaya biasanya membeli Aset, Orang miskin membeli Liabilitas. Mungkin ada yang belum tahu apa itu Aset dan apa itu Liabilitas?
Aset:" Sesuatu yang mengalirkan uang ke Kantong Kita( Put Money in Your Pocket).
Liabilitas:" Sesuatu yang mengeluarkan Uang dari kantong Kita(Take Money Out of your Pocket)

Contoh Aset: Kos-kosan, Sawah, restoran, Bisnis, Ruko yang Disewakan,Mobil yang disewakan, dll
Contoh Liabilitas: Hutang, Mobil Pribadi, Motor Pribadi,Rumah Pribadi, dll

Pertanyaannya apakah kita senang dengan membeli sesuatu yang menghasilkan(ASET) atau sesuatu yang mengeluarkan uang dari Kantong kita(LIABILTAS)?
Aset dan Liabilitas

Dah segitu aja share dari saya ya, semoga bermanfaat.